Kembali pada waktu saya menjadi calon ABG ingat sekali saat itu saya masih bersekolah di daerah Indramayu tepatnya agak pelosok sangat pinggir sekali dari kota Indramayu, saat itu saya yang mungkin kecil dan besarnya di Jakarta tiba-tiba saja bisa terdampar di daerah perdesaan. Ya mamah saya memutuskan untuk hidup di perdesaan untuk mendapatkan finansial yang mencukupi kami hidup saat itu walau masih tergolong 'mengikuti' kakek nenek.
Kala itu memang berat sekali untuk melepas kehidupan di Jakarta secara bayangkan saja Jakarta adalah Ibukota Indonesia kota metropolitan dan banyak sekali sekolah-sekolah beken dan bagus untuk bisa dimasuki dan saya terpaksa untuk bersekolah di daerah dimana merasa malu dengan teman-teman saya dijakarta karna kota kami saja masih orang-orang tidak tahu namanya.
yaa kembali pada saat saya mulai bersekolah disana, kesan pertama saya adalah ' KAMPUNGAN'. Mungkin kalimat tersebut cukup kasar untuk dibaca tapi percayaatau tidak itu adalah suara hati anak umur 12 tahun yang baru menginjak kursi SMP jangan kalian bandingkan dengan sekarang karna mungkin itu tidak pantas. (gamausalahteteupwkwk)
Saya melihat seluruh murid disana yang terbilang hanya beberapa yang mungkin tidak terlalu dekil atau agak terlihat terawat.
Tapi jangan terlalu cepat untuk menjudge bahwa saya itu terlalu sombong, tidak! Saya disitu terlalu sedih karna pertama kali saya berkenalan dengan salah satu siswa disana baju yang iya kenakan dihari pertama bersekolah yang seharusnya putih ke biru-biruan tetapi yang iya kenakan sudah sangat lusuh sekali dan kekuningan, saya mungkin tidak terlalu ingat namanya tetapi dia mungkin adalah orang yang senang sekali untuk bersekolah karna begitu upacara kedatangan siswa siswi baru ia yang paling semangat dan giat untuk mengajak orang berkenalan.
Lanjut saat mungkin sudah bersekolah yaa karna ini durasi sudah terlalu lama dan saya sendiri jadi jenuh haha
Saat itu saya baru tersadar dengan namanya 'KENIKMATAN'. Bagaimana tidak SMP saya saat itu adalah Juara 2 Kebersihan dan sekolah sehat SE-Indramayu mau tidak mau sekolah kami selalu memungut biaya dari siswa dan siswi untuk membeli alat kebersihan, pada kala itu saya menjadi ketua kelas dan membantu bendahara untuk mengumpulkan uang seikhlasnya...
Saya yang mungkin alhamdulillah dari Keluarga yang berada merasa bahwa uang Rp2000 adalah uang yang mudah untuk dikeluarkan tetapi tidak untuk beberapa orang dikelas saya,
Ya salah satu cerita saat saya meminta uang seikhlasnya ada seorang siswa yang mungkin tergolong anak yang pendiam dan tidak terlalu memiliki teman akrab atau banyak. Saat itu dia hanya mengeluarkan uang Rp 200 perak ya 200. Saat itu saya sedikit kesal karna tidak akan mencukupi pengeluaran yang ada, saya salah disini karna diawal saya hanya meminta seikhlasnya dan tidak tahu posisi dia dalam finansial dikeluarganya (maklum saya anak yang gabegitu peka) saya saat itu meminta uang lebih pada dia yaa saya mengharapkan ia memberi 500 perak tetapi ia tetap dalam pendiriannya. Ya saya disini tidak terlalu memperhatikan anak ini dan kesal dengan meninggalkannya dengan sekalian mengucapkan ' Gausah kasih sekalian ' . disini saya marah karna bagaimana mencapai target apabila uang yang dikasih hanya pecahan seperti itu, sampai dalam suatu hari saya yang mengikuti puasa senin-kamis karna dipaksa ortu (hahaha asli ini) hanya berdiam dikelas sambil sesekali keluar masuk karna tidak tahan godaan jajanan yang menggiurkan banyak melintasi sepanjang jalan. Saat dikelas saya melihat dia siswa tadi duduk sambil bercanda dengan teman sebangkunya, saya menghampiri mereka dan menanyakan sekedar basa-basi mengapa tidak jajan. Yang satu teman duduk sebelahnya mengatakan bahwa ia sudah jajan dan dia siswa itu hanya menggelengkan kepala. Saya mungkin tidak cukup sadar untuk melontarkan perkataan berikutnya yaitu ''emang jajan tiap hari kalian berapa sih ?) kala itu smp saya hanya diberi Rp5000 untuk jajan, teman sebangkunya menjawab Rp 3000 dan dia menjawab Rp 1000 dan kadang Rp 800.
Kala itu adalah tahun 2008, kala itu gorengan memang masih seribu dapet 2.
semoga kalian dapat hikmah dalam membaca cerita ini ya ( walau masih banyak mungkin bahasan dan bahsa yang aneh dan membosankan )
Komentar
Posting Komentar